Rabu, 11 Mei 2016

High School Musical 1




 Image result for sinopsis film high school musical 1 




Troy dan Gabriella bertemu di pesta Malam Tahun Baru di sebuah klub dekat rumah mereka. Troy adalah bintang basket di sekolahnya dan Gabriella adalah siswi teladan yang jago sains dan matematika. Mereka berdua dipanggil untuk menyanyi karaoke bersama (Start of Something New). Mereka terlihat cocok dan saling bertukar nomor telepon sebelum berpisah.






Mereka berdua kembali dipertemukan di East High School, ketika mereka berada dalam satu kelas. Troy membuktikan bahwa gadis itu benar Gabriella dengan membunyikan nomor teleponnya. Setelah itu telponnya diambil oleh Ms. Darbus, guru drama karena berbunyi dalam kelas. Waktu istirahat, Troy menemui Gabriella di luar kelas, dan Gabriella bercerita bahwa ia baru saja dipindahkan ke Albuquerque, New Mexico dan ditransfer ke East High. Troy mengantar Gabriella keliling sekolah dan mereka berhenti di papan pengumuman untuk audisi musikal musim dingin. Tiba-tiba Sharpay Evans, Presiden Klub Drama, datang dan mengira Gabriella tertarik untuk ikut audisi. Setelah itu, Sharpay berusaha untuk mengeliminasi Gabriella dari audisi tersebut. Ia mengalihkan Gabriella ke kapten Klub Ilmiah, Taylor McKessie setelah terlebih dahulu mengetahui prestasi Gabriella sebelumnya, di mana ia pernah menjuarai lomba kimia.

Selama latihan basket, Troy tidak fokus karena pikirannya hanya ke Gabriella dan ia berpikir mungkin enak juga ikut audisi (Get’cha Head In the Game). Gabriella dan Troy kemudian bertemu lagi secara tidak sengaja di audisi musikal ketika Sharpay dan Ryan Evans sedang beraksi (What I've Been Looking For) tapi sayangnya mereka berdua terlalu malu untuk ikut dalam audisi. Akhirnya, Gabriella memberanikan diri untuk ikut, Troy juga menawarkan diri untuk bernyanyi bersamanya, tapi Ms. Darbus berkata bahwa mereka telat. Ketika Ms. Darbus telah pergi, Kelsi Nielsen, komposernya, menjatuhkan kertas-kertas musiknya, maka Troy dan Gabriella dengan cepat membantu Kelsi. Kemudian secara tidak sengaja, mereka menyanyi bersama selagi Kelsi bermain piano (What I've Been Looking For (Reprise)). Ternyata, Ms. Darbus mendengar mereka bernyanyi dan memberikan mereka kesempatan untuk audisi callback.









Ketika daftar audisi callback ditempel di papan, Sharpay sangat marah karena merasa Troy dan Gabriella tidak ikut audisi. Teman-teman Widcats yang lainnya juga syok setelah melihat nama Troy disitu. Di kantin, murid lainnya mengatakan rahasia mengenai hasrat dan bakat mereka (Stick To The Status Quo). Hal ini membuat Chad dan Taylor semakin tersadar ketika Troy dan Gabriella memulai latihan mereka. Sejak Gabriella setuju untuk ikut tim Ilmiah, Chad dan Taylor menginginkan teman mereka fokus di lomba daripada di musik. Untuk mengembalikan mereka ke situasi normal, Chad dan anggota tim basket berusaha mengerjai Troy hingga Troy mengatakan Gabriella itu tidak penting ketika Gabriella melihatnya melalui laptop yang tersambung wi-fi. Gabriella sedih (When There Was Me And You), dia menolak bicara dengan Troy dan berkata tidak ikut audisi callback. Chad dan Taylor merasa sangat bersalah karena menghancurkan hubungan Troy dan Gabriella. Chad dan tim basket berusaha untuk bicara dengan Troy, sedangkan Taylor dan anggota kelompok ilmiah menjelaskan yang sebenatnya pada Gabriella. Setelah Chad menjelaskan bahwa mereka akan mendukung Troy di musikal tersebut, Troy pergi ke rumah Gabriella dan mereka kembali berteman.



Merasa terintimidasi karena mendengar Troy dan Gabriella kembali latihan, Sharpay membujuk Ms. Darbus agar mengganti waktu callback maju sehari (hari dimana Troy mengikuti kompetisi basket dan Gabriella mengikuti kompetisi ilmiah), sehingga mereka tidak dapat berpartisipasi di Callback. Kelsi mendengar hal itu, sehingga anggota tim basket dan anggota ilmiah membuat rencana bersama. Di hari lomba, Taylor dan Gabriella menggunakan komputer sekolah untuk menyebabkan sedikit kekacauan pada lomba ilmiah dan kompetisi basket. Karena kedua kompetisi itu ditunda, Troy dan Gabriella buru-buru ke Auditorium ketika Ryan dan Sharpay sudah menyelesaikan aksi mereka (Bop To The Top), dan senang karena rencana mereka berhasil. Troy dan Gabriella kemudian ikut audisi setelah diperbolehkan Ms.Darbus (Breaking Free). Mereka beraksi dengan baik sehingga Ms. Darbus memberikan peran utama tersebut pada mereka dan membuat Ryan dan Sharpay menjadi peran pengganti. Troy dan Gabriella kemudian menang dalam kompetisi mereka masing-masing, dan film berakhir ketika seluruh murid East High berkumpul di hall untuk merayakannya bersama (We're All In This Together)


Quotes of Today :

Image result for quotes from high school musical 1

Beverly Hills Chihuahua




Beverly Hills Chihuahua adalah film drama komedi action tahun 2008 dari Walt Disney Pictures yang disutradai oleh Raja Gosnell. Awalnya, film ini dijadwalkan ditayangkan pada 26 September, tetapi kemudian ditunda menjadi 3 Oktober. Gazet untuk film Disney Bolt dapat dilihat di awal film ini.  

Image result for film beverly hills of chihuahua sinopsis
Film ini menceritakan tentang seekor anjing chihuahua yang hidup di lingkungan Beverly Hills bernama Chloe. Dia sangat dimanjakan oleh majikannya yang merupakan seorang desainer parfum terkenal bernama Viv. Terdapat pula seorang penata taman bernama Sam, dan anjing chihuahua-nya bernama Papi. Papi adalah tipikal anjing yang benar-benar anjing, dia suka menggali lubang, makan serangga, dan tidak takut kotor. Berbeda jauh dengan Chloe yang selalu dimanjakan dan dirawat. Bahkan Chloe memakai sepatu khusus dan punya jadwal meni-pedi sendiri.

Image result for film beverly hills of chihuahua sinopsis
 
Suatu hari, Viv hendak pergi ke Itali dan dia menitipkan Chloe kepada keponakannya, Rachel. Rachel yang masih senang hura-hura tentu saja tidak telaten dalam menepati jadwal harian Chloe. Hingga suatu hari kawan-kawan Rachel mengajaknya untuk pergi liburan ke Mexico, dan ia pun menyetujuinya. Mereka pun berangkat bersama kawan-kawan Rachel ke Mexico. Setibanya disana, Rachel tentu saja mengabaikan Chloe dan hura-hura sendiri. Hal ini menyebabkan Chloe sebal dan ia pun kabur dari hotel tempat mereka menginap.

Malang nasib Chloe, tidak lama setelah dia kabur, dia diculik oleh sekelompok orang yang ternyata membuka adu anjing yang merupakan kegiatan ilegal di negara itu. Chloe yang tidak pernah berada dalam dunia dog-eat-dog tentu saja menjadi syok. Ketika dia diadu dengan El Diablo, seekor Doberman juara, Chloe pun diselamatkan oleh Delgado, seekor anjing herder. Delgado tadinya merupakan seekor anjing pelacak K-9, namun karena ulah El Diablo, ia pun kehilangan daya penciumannya dan berhenti menjadi anjing polisi. Kini Chloe pun harus berusaha kabur dari kejaran El Diablo, karena majikan El Diablo menyadari bahwa Chloe merupakan anjing berharga karena punya kalung anjing yang terbuat dari berlian.

Berhasilkah Chloe menemukan jalan pulang? Bagaimana dengan nasib El Diablo dan Delgado? Saksikan saja di film fabel ini.

Quotes of Today :

Image result for beverly hills of chihuahua quotes

Brave

Sebuah film animasi kerjasama Disney dan Pixar yang ditayangkan diseluruh dunia pada tanggal 22 Juni 2012 dengan pemeran utama yaitu Puteri merida. Meskipun film Brave ini animasi kartun, kisah ini bukan sekedar kisah anak-anak yang konyol atau penuh khayalan. Di film ini banyak yang bisa kita petik sarinya. Jika anda seorang Ibu, film ini pun bisa memberi kita suatu pandangan lain tentang sikap seorang Ibu.

Image result for BRAVE

Cerita ini tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, Putri tunggal dari kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Ia mempunyai tiga orang adik laki - laki kembar yang nakal, lucu, lincah dan juga berambut keriting.

Merida sejak kecil sudah mewarisi bakat ayahnya yang gemar berpetualang dan bertarung. hal ini jauh dari sikap puteri raja yang biasanya bersikap halus, lembut dan lemah gemulai.

Pada hari ulang tahunnya sang ayah (Raja Fergus) menghadiahinya sebuah busur dan anak panah. Ketika pergi berburu, keluarga Merida diserang oleh seekor beruang purba. Dalam pergelutan itu, ayahnya, Fergus hilang kaki kanan apabila dibaham oleh beruang ganas itu.

Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor akan menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku utama dari kerajaan mereka. Mereka adalah putera dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang berhak menikahi Merida, mereka harus menunjukan kekuatan dan kehebatanya didepan sang Raja, Ratu dan Merida.
 
Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan tersebut. Agar mereka gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk melakukan lomba memanah. Siapa yang memanah tempat di titik sasaran itu yang jadi pemenangnya . Sialnya Wee Dingwall berhasil memanah tepat di titik sasaran.
 
Image result for BRAVE
 
Merida langsung marah dan memberontak serta memanahkan busurnya kesegala arah. Hal itu membuat Ratu Elinor marah karena menurutnya Merida sudah kelewar batas dalam berikap, Merida menuduh ibunya terlalu memaksakan kehendak kepadanya.

Setelah kejadian itu Merida melarikan diri kehutan dengan menunggangi kudanya (Angus). Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat disebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk lingkaran. Kemudian muncul roh - roh halus berukuran mini yang membawanya kesebuah gubuk yang dihuni seorang nenek sihir.

Kemudia Merida meminta nenek sihir itu memberikan mantra kepada ibunya agar bisa merubah pendiriannya agar tidak memaksanya menikah lagi. Mantra tersebut berhasil mengubah ibunya bahkan fisiknya juga berubah menjadi seekor beruang hitam yang besar. Semua orang termasuk Raja Fergus tidak percaya bahwa beruang itu adalah Ratu Elinor. Mereka sanngat benci beruang karena kejadian beberapa tahun lalu sehingga semua beruang harus dimusnahkan. 
 
Image result for brave

Film ini sungguh sangat smart dan kreatif. Tidak seperti film lain yang alur ceritanya bisa ditebak, film ini menyuguhkan plot cerita yang apik. Dan bedanya dengan film fiksi lain, meskipun berisi kisah dongeng, namun kita yang berada di dunia nyata bisa mengambil moral value untuk bisa menjadi lebih bijak dalam kehidupan kita. Bener-bener smart dan kreatif. 
 
Film ini sangat direkomendasikan buat ditonton. Mulai dari anak-anak sampe kakek nenek. Karena film ini sangat recommended buat ditonton, aku nggak ceritain sampai akhir. Yang jelas, setelah Merida kabur ke hutan, merupakan  perjalanan Merida dan Ibunya untuk saling mengerti satu sama lain. Ceritanya sangat menyentuh dan kreatif banget. Cari tau dengan jarimu dan tonton film. Dijamin, nggak bakal nyesel deh.
 
Aku kasih Traillernya dulu yaa...
 
 
 
 
 
 Quotes Of Today :
 
Inti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
Inti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
Inti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
Inti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
Inti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi. Selain kualitas animasinya yang luar biasa, ceritanya yang apik, film ini juga disisipi oleh banyak adegan kocak yang mengundang tawa. Adegan-adegan tersebut jauh dari kesan dibuat-buat. Semuanya mengalir wajar. Tokoh-tokoh dengan berbagai karakter juga tampil dengan porsi yang seimbang. Jauh dari kesan sekadar tempelan

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi. Selain kualitas animasinya yang luar biasa, ceritanya yang apik, film ini juga disisipi oleh banyak adegan kocak yang mengundang tawa. Adegan-adegan tersebut jauh dari kesan dibuat-buat. Semuanya mengalir wajar. Tokoh-tokoh dengan berbagai karakter juga tampil dengan porsi yang seimbang. Jauh dari kesan sekadar tempelan

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi. Selain kualitas animasinya yang luar biasa, ceritanya yang apik, film ini juga disisipi oleh banyak adegan kocak yang mengundang tawa. Adegan-adegan tersebut jauh dari kesan dibuat-buat. Semuanya mengalir wajar. Tokoh-tokoh dengan berbagai karakter juga tampil dengan porsi yang seimbang. Jauh dari kesan sekadar tempelan

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
nti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi. Selain kualitas animasinya yang luar biasa, ceritanya yang apik, film ini juga disisipi oleh banyak adegan kocak yang mengundang tawa. Adegan-adegan tersebut jauh dari kesan dibuat-buat. Semuanya mengalir wajar. Tokoh-tokoh dengan berbagai karakter juga tampil dengan porsi yang seimbang. Jauh dari kesan sekadar tempelan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a
nti cerita film ini adalah tentang kehidupan seorang gadis bernama Merida, putri tunggal dari Kerajaan Dunbroch di dataran tinggi Skotlandia. Merida mempunyai tiga orang adik laki-laki kembar yang nakal, lucu, lincah, dan juga berambut ikal merah seperti kakak mereka. Merida adalah seorang gadis yang sejak kecil telah mewarisi bakat sang ayah, Raja Fergus (Billy Connolly), yang gemar berpetualang, dan bertarung. Bakat tersebut berupa kegemaran dan kemahirannya dalam memanah dan berpetualang. Jauh dari kebiasaan seorang putri raja yang kerap bersikap halus, lemah-gemulai, bertuturkata halus, dan seterusnya. Sesuai dengan tradisi kerajaan, ketika telah tumbuh dewasa, kedua orangtuanya, Raja Fergus dan Ratu Elinor (Emma Thompson) hendak menikahkan Merida dengan salah satu dari tiga putra sulung dari tiga kepala suku (klan) utama dari Kerajaan Dunbroch. Mereka itu masing-masing adalah putra dari Lord MacGuffin (Young MacGuffin), Lord Macintosh (Young Macintosh), dan Lord Dingwall (Wee Dingwall). Untuk menentukan siapa yang paling berhak menikahi putrinya itu, ditentukan dengan cara masing-masing putra ketiga Lord itu menunjukkan kekuatan dan kehebatannya di hadapan sang Raja dan Ratu, serta Putri Merida. Jangankan sudi memilih salah satu dari putra ketiga Lord itu, Merida sejak awal sudah menolak menjalankan tradisi keluarga kerajaan itu. Dengan maksud agar putra ketiga Lord itu gagal menikahinya, Merida menantang mereka untuk mengikuti lomba memanah. Siapa yang paling tepat memanah tepat di titik sasaran, dialah yang menang. Sialnya, tanpa sengaja, Wee Dingwall,berhasil melesatkan anak panahnya tepat di titik sasaran. Merida yang marah itu langsung memberontak, meloncat berdiri, mengambil busurnya dan melepaskan tiga anak panahnya berturut-turut tepat di dua titik sasaran yang tadi gagal disasar oleh Young MacGuffin dan Young Macintosh, dan satu lagi anak panahnya melesat dari busurnya tepat mengena dan membela menjadi duabagian, dari ujung ke ujung, anak panah Wee Dingwall, sampai menembus papannya. Pecahlah pertengkaran hebat antara Ratu Elinor dengan Merida. Elinor menganggap Merida telah kelewat batas dalam bersikap, sedangkan Merida menuduh ibunya terlalu memaksa kehendak kepadanya. Di dalam Istana, saking marahnya Merida sampai menebas pedangnya menyobek lukisan kain keluarganya. Memisahkan gambar ibunya dengan gambarnya bersama ayah dan tiga adik kembarnya. Kemudian, dengan menunggang kudanya, Angus, Merida melarikan diri ke hutan. Tanpa sengaja Merida dan Angus tersesat di sebuah tempat keramat yang terdiri dari beberapa batu tinggi yang berdiri berderet membentuk sebuah lingkaran, kemudian muncul roh-roh halus berukuran mini yang membawanya ke sebuah gubuk, yang ternyata dihuni oleh seorang nenek sihir (Julie Walters). Merida kemudian meminta nenek sihir itu untuk memberikan mantera agar bisa mengubah pendirian ibunya yang masih bersikeras menikahkannya dengan cara tradisi leluhurnya itu. Mantra yang berbentuk kue tersebut kemudian memang berhasil mengubah ibunya. Bukan pendiriannya, tetapi fisiknya. Ratu Elinor berubah menjadi seekor beruang hitam yang sangat besar. Sial, dan bahayanya adalah semua orang, termasuk Raja Fergus sama sekali tidak tahu, dan tidak mau percaya bahwa beruang besar tersebut adalah Ratu Elinor. Sedangkan semua orang, terutama Raja Fergus sangat membenci beruang. Setiap beruang harus mati di tangannya. Ketika Merida masih kecil, dia dan ibunya hendak diserang oleh seekor beruang hitam besar bernama Mor’du. Raja Fergus melawan beruang itu demi menyelamatkan Merida dan ibunya. Salah satu kakinya sampai putus karena diserang Mor’du, dan diganti dengan sebuah kaki palsu yang terbuat dari kayu. Sejak itulah kebencian Raja Fergus terhadap beruang semakin hebat. Merida harus berpacu dengan waktu agar bisa mengembalikan mantra si nenek sihir agar ibunya bisa kembali menjelma menjadi manusia, sementara itu juga ibunya yang masih berwujud beruang itu terus diburu oleh ayahnya beserta semua orang untuk dibunuh. Apabila sampai matahari terbit, Merida gagal mengembalikan mantera tersebut, maka ibunya akan berubah menjadi beruang selama-lamanya. Bukan hanya wujudnya, tetapi juga sisi kemanusiaannya akan hilang sama sekali. Menjadi beruang dengan semua keganasannya. Tidak akan lagi mengenal Merida, atau siapapun lagi. Selain kualitas animasinya yang luar biasa, ceritanya yang apik, film ini juga disisipi oleh banyak adegan kocak yang mengundang tawa. Adegan-adegan tersebut jauh dari kesan dibuat-buat. Semuanya mengalir wajar. Tokoh-tokoh dengan berbagai karakter juga tampil dengan porsi yang seimbang. Jauh dari kesan sekadar tempelan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/danielht/brave-ketika-sang-putri-melawan-tradisi_551194b3a333113c4fba7d3a